Emak-Emak Beraksi di Dapur, Siapkan Makanan Lezat untuk Mereka yang Melayani Satgas TMMD 118 Kodim 1305/BT

Nusantara Tolitoli
By -
0

Gambar : Kodim 1305/BT

Tolitoli, Rabu 27 September 2023. Di tengah semangat gotong royong dan kerjasama dalam membantu desa melalui Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-118 Kodim 1305/BT, peran seorang ibu di dapur ternyata memiliki dampak besar bagi prajurit Satgas TMMD yang bekerja keras di desa ini.


Ibu Sumiati, salah seorang penduduk desa Galumpang Kecamatan Dakopamean Kabupaten Tolitoli, telah menjadi pahlawan tak terungkap dengan tugasnya menyiapkan makanan untuk para prajurit Satgas TMMD. Namun, dia bukanlah satu-satunya yang terlibat dalam pengabdian ini; ibu-ibu lain di desa ini juga berperan penting dalam memastikan bahwa para prajurit mendapatkan makanan yang lezat selama bekerja di lapangan.


Kegiatan gotong royong dan persiapan makanan ini bukan sembarang kegiatan. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari Program TMMD ke-118 Kodim 1305/BT yang bertujuan membantu desa dan memastikan prajurit Satgas TMMD dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Selain itu, aktivitas ini menunjukkan kerjasama dan keterlibatan komunitas dalam mendukung pembangunan desa.


Ibu-ibu di desa Galumpang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam persiapan makanan untuk prajurit Satgas TMMD. Mereka bekerja sama dalam menyiapkan bumbu-bumbu, lauk, sayuran, dan buah. Seluruh bahan makanan harus siap setengah jam sebelum waktu makan prajurit Satgas TMMD. Tujuan utamanya adalah menyediakan makanan yang enak dan memastikan tidak ada keluhan terkait rasa makanan yang disajikan.


"Setiap hari seperti ini Mas. Kami ini masak buat makan pagi, siang, dan malam untuk Satgas TMMD yang sedang bekerja dilapangan," ungkap Sumiati. Ia juga menjelaskan bahwa nasi yang disiapkan dimasak tiga kali sehari, begitu juga dengan lauk pauk, sayur, dan buah untuk personel Satgas TMMD yang sedang bekerja di lapangan untuk membangun desa mereka.


"Lumayan, tapi ini kita lakukan bersama-sama. Jadi pekerjaan terasa ringan. Toh kita masak buat bapak-bapak TNI dan suami kami yang sedang bekerja di lapangan. Ini juga untuk kepentingan desa kami. Kami tidak bisa membantu dalam pekerjaan konstruksi, tapi setidaknya kami bisa membantu dengan memasak," tambahnya sambil tertawa.


Sumiati menekankan bahwa proses persiapan seluruh makanan harus sudah selesai setengah jam sebelum waktu makan. "Kita tidak memiliki waktu yang ditentukan, tapi kita ingin memasak yang enak untuk para prajurit dan suami kami. Jadi, jika ada yang kurang dalam rasa, kami masih bisa menambahkan bumbu. Tujuan utamanya adalah agar makanan sudah siap saat prajurit Satgas TMMD datang untuk makan," pungkas Sumiati dengan senyum. (NT)


Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)