![]() |
| Gambar : Om Yoks |
Tolitoli, Indonesia, dengan keragaman alamnya yang tak tertandingi, terus menjadi pilihan utama bagi para pelancong internasional yang mencari pengalaman luar biasa. Pada hari Minggu, 17 September 2023, sepasangan dari Selandia Baru, Cristian dan Gina, memulai perjalanan tak terlupakan mereka untuk menjelajahi keindahan alam Garung Kayu Bado yang belum tersentuh, sebuah permata tersembunyi yang menawarkan keindahan alam yang masih alami dan budaya lokal yang otentik.
Garung Kayu Bado adalah destinasi wisata yang terletak di Dusun Togaso Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Tempat ini telah menjadi daya tarik utama bagi para pelancong yang ingin meresapi keindahan alam Indonesia yang masih alami.
Saat tiba di Garung Kayu Bado, Cristian dan Gina disambut hangat oleh Aksal, pemilik tempat wisata dan masyarakat setempat. Suasana yang ramah membuat mereka merasa seperti di rumah sendiri dan menambah pengalaman positif mereka. Bersama Aksal mereka berfoto dan berbagi cerita perjalanan mereka.
Aksal, yang akrab disapa Om Yoks, menyatakan harapannya agar Garung Kayu Bado akan menjadi destinasi unggulan pariwisata untuk Kabupaten Tolitoli. "Kami senang bisa menyambut wisatawan internasional seperti Cristian dan Gina ke tempat ini. Ini adalah salah satu cara kami memperkenalkan keindahan alam dan budaya lokal kami kepada dunia," ujarnya dengan senyum.
Keunikan Garung Kayu Bado terletak pada keindahan alamnya yang memukau. Sawah luas dengan hijau segar walau saat ini masyarakat baru selesai panen, pohon-pohon tinggi, dan sungai kecil yang tenang menciptakan lingkungan yang tenang. Para pelancong dapat menikmati pemandangan persawahan, dan berinteraksi dengan komunitas lokal untuk merasakan budaya dan tradisi unik mereka.
Om Yoks juga membagikan informasi menarik bahwa Garung Kayu Bado akan segera menyambut lebih banyak tamu. "Kami menantikan kedatangan teman-temannya dari beberapa negara, yang akan datang dengan 25 perahu layar, dengan total 200 orang dari berbagai negara. Ini merupakan bukti bahwa eksplorasi dan penemuan masih sangat hidup di dunia, bahkan di tempat tersembunyi yang tak terduga seperti ini di Indonesia," tambahnya.
Perjalanan Cristian dan Gina ke Garung Kayu Bado menjadi pengingat bahwa di era modern ini, masih ada tempat-tempat terpencil yang menanti untuk dijelajahi. Para pelancong seperti mereka membantu mempromosikan destinasi tersembunyi seperti ini dan memberikan kontribusi positif untuk perkembangan pariwisata lokal. (NT)


Posting Komentar
0Komentar