![]() |
| Gambar : Kodim 1305/BT |
Tolitoli, 27 September 2023 - Di lokasi kerja yang penuh tantangan, personil Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-118 Kodim 1305/BT di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mengadopsi cara unik untuk menangani kendala dalam proyek pembangunan fisik mereka.
Mereka sedang terlibat dalam pembuatan pondasi oprit jembatan yang merupakan bagian dari program TMMD untuk memperbaiki infrastruktur desa. Namun, akses terbatas bagi truk pengangkut material akibat kondisi jalan yang buruk telah menjadi hambatan besar.
Sebagai solusi cerdas, personil TMMD dan warga setempat telah menggunakan gerobak kayu yang bermesin dompeng sebagai alternatif untuk mengangkut material ke lokasi pembangunan jembatan. Keputusan ini tidak hanya berhasil mengatasi kendala logistik tetapi juga memperkuat keterlibatan komunitas dalam proyek pembangunan tersebut.
Kegiatan ini sedang berlangsung di Desa Galumpang, Kecamatan Dakopamean, Tolitoli. Material seperti batu kali, yang menjadi komponen utama pondasi jembatan, diangkut menggunakan gerobak kayu yang bermesin dompeng ini. Ukurannya yang kecil memungkinkan gerobak untuk melintasi medan yang sulit seperti jalan bergelombang dan berliku.
Salah satu warga setempat yang turut andil dalam usaha ini adalah Iwan. Ia bukan hanya pemilik gerobak kayu yang bermesin dompeng, tetapi juga seorang yang sangat antusias dalam membantu personil TMMD. Iwan dan warga lainnya secara sukarela membantu mengangkut material dengan gerobak yang bermesin dompeng mereka sendiri.
Menurut Iwan, gerobak kayu dorong telah menjadi alat transportasi utama dalam pembangunan jembatan ini. Dalam satu angkutan, gerobak ini bisa didorong oleh tujuh orang atau lebih. Iwan sangat bangga bisa membantu personil TMMD yang telah bekerja keras sepanjang hari untuk membuat jalan dan jembatan ini. Ia bahkan menyatakan bahwa gerobaknya akan selalu tersedia untuk digunakan dalam proyek ini sampai selesai.
Kepala Satgas TMMD ke-118 Kodim 1305/BT, Letkol Inf Dedi Akhiruddin, S.A.P, mengungkapkan apresiasi terhadap keterlibatan warga setempat dalam proyek ini. Ia menekankan bahwa program TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga hubungan yang kuat dengan masyarakat. Semangat gotong royong ini adalah hal yang paling berharga dalam setiap program TMMD," kata Letkol Inf Dedi Akhiruddin.
Dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang kuat antara personil TMMD dan warga setempat, proyek pembangunan jembatan ini berjalan lancar. Keputusan cerdas untuk menggunakan gerobak kayu yang bermesin dompeng telah mengatasi kendala logistik, dan hasilnya diharapkan akan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat setempat. (NT)


Posting Komentar
0Komentar